Jakarta – Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB INSPIRA) memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo atas langkah sigapnya dalam memberikan bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Apresiasi ini disampaikan menyusul besarnya perhatian Polri terhadap masyarakat yang terdampak musibah tersebut.
Ketua Umum PB INSPIRA, Rizqi Fathul Hakim menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit merupakan bukti nyata bahwa Polri adalah institusi yang humanis dan peduli terhadap masyarakat, khususnya para korban bencana gempa. Menurutnya, respons cepat yang ditunjukkan pimpinan Korps Bhayangkara tersebut patut menjadi teladan bagi instansi lainnya dalam penanganan bencana.
“Langkah Kapolri ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membantu kesulitan rakyat. Ini adalah bukti Polri yang humanis,” ujar Rizqi Fathul Hakim dalam keterangan persnya, Selasa (18/8/2026).
Polri tercatat telah mengirimkan sebanyak 247,66 ton bantuan logistik untuk warga terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut berasal dari Markas Besar Polri maupun sejumlah Polda jajaran, yang kemudian disalurkan ke berbagai wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat meninjau pengungsian di Reo, Manggarai, NTT, Selasa (18/8), menegaskan bahwa distribusi bantuan akan terus didorong hingga seluruh kebutuhan masyarakat di pengungsian terpenuhi. “Kami akan terus dorong sampai dengan kebutuhan terpenuhi,” kata Sigit di hadapan para pengungsi.
Sigit menjelaskan bahwa bantuan yang dikirim mencakup berbagai kebutuhan pokok masyarakat di lokasi pengungsian. Polri juga terus melakukan evaluasi secara berkala untuk menentukan kebutuhan apa saja yang harus segera didistribusikan ke titik-titik pengungsian. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan proses distribusi yang disebabkan oleh kendala jalur transportasi dan logistik yang baru tiba.
“Yang jelas memang kita minta maaf bahwa mungkin di kondisi yang ada ini memang ada proses yang agak terlambat karena memang terkait dengan masalah jalur,” ujar Kapolri. “Namun demikian mudah-mudahan apa yang menjadi harapan, apa yang menjadi keluhan dari masyarakat yang mengungsi termasuk apa saja yang dibutuhkan segera bisa dipenuhi,” lanjutnya.
Rizqi Fathul Hakim kembali menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat korban bencana memberikan rasa aman dan harapan baru bagi para pengungsi. “Kami melihat bagaimana personel Polri turun langsung ke lokasi-lokasi terdampak, membantu evakuasi, memberikan layanan kesehatan, hingga trauma healing bagi korban. Ini adalah wujud nyata negara hadir di tengah rakyatnya,” tuturnya.
Selain bantuan logistik, Polri juga mengerahkan 236 personel ke wilayah NTT untuk membantu proses evakuasi, pelayanan kesehatan, hingga trauma healing bagi masyarakat yang terdampak. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (17/8), tercatat sedikitnya 68 orang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT. Gempa susulan juga masih terus dirasakan di sejumlah wilayah, khususnya di Manggarai, NTT.
Penanganan korban gempa bumi di NTT terus diperkuat dari hari ke hari. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan sejumlah pejabat terkait meninjau langsung lokasi terdampak serta pengungsian di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, NTT, pada Selasa (18/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri melaporkan bahwa saat ini sebagian besar lokasi pengungsian warga sudah dapat dijangkau. Polri bersama seluruh unsur terkait terus berbagi tugas untuk mendatangi titik-titik pengungsian, melihat langsung kondisi masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan mereka dapat terpenuhi.
“Kami bersama seluruh unsur terkait terus berbagi tugas untuk mendatangi titik-titik pengungsian, melihat langsung kondisi masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan mereka dapat terpenuhi,” kata Kapolri.
Rizqi Fathul Hakim menutup pernyataannya dengan harapan agar bantuan yang telah disalurkan dapat meringankan beban para korban dan mempercepat proses pemulihan pascabencana. “PB INSPIRA terus mendukung setiap langkah Kapolri dalam penanganan bencana ini. Kami berharap bantuan 247 ton ini benar-benar tepat sasaran dan masyarakat segera pulih dari musibah ini,” pungkasnya.
Dilaporkan terdapat 27.700 orang pengungsi yang tersebar di 107 titik pengungsian di tujuh kabupaten terdampak. Warga mengungsi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 13.935 orang dan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 7.457 orang. Bantuan logistik dan kemanusiaan sebanyak 247,66 ton terdiri atas 19,59 ton dari Mabes Polri dan 228,07 ton dari 5 Polda jajaran. Bantuan tersebut berupa makanan dan minuman, obat-obatan, pakaian, selimut, genset, terpal, kendaraan, water treatment, tandon atau toren, hingga alat sinyal internet








