Apkasi Otonomi Expo 2019: Wajah Cerah Indonesia Setelah Hingar-bingar Kontestasi Politik Usai

Apkasi Otonomi Expo 2019: Wajah Cerah Indonesia Setelah Hingar-bingar Kontestasi Politik Usai

Ruang besar di Hall A dan Hall B di Jakarta Convention Center, meriah dan penuh gaya. Bangunan-bangunan stan dirancang berbagai gaya. Ada yang klasik, ada minimalis, bahkan milenial.

Sejak tanggal 3 Juli 2019, perhelatan ini digelar. Rasanya, seperti melihat Indonesia di gedung konvensi termegah di ibukota ini. Bukan saja rancang-bangun stand pameran, tapi juga makanan, pakaian, dan bahasa.

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia, menggelar perhelatan expo tahunannya. Ini, kali yang ke-15. Diberi tajuk “Apkasi Otonomi Expo 2019: Trade, Tourism & Investment.”

Kabupaten-kabupaten anggota Apkasi, benar-benar penuh gairah menghadirkan ruang terbaik untuk pamerannya. Kabupaten Sidoarjo di pintu masuk, Kabupaten Kolaka dengan ruang besarnya, Kabupaten Dharmasraya, Muaro Jambi, Agam, Musi Banyuasin, Kendal, Jepara, Tanimbar, Jayapura, Keerom, Kayong Utara, Kubu Raya, Landak, Sumbawa, Blitar, Malang, Pasuruan, Tangerang dan kabupaten-kabupaten lain.

Tentu, produk-produk unggulan masih mendominasi stand pameran. Yang istimewa, sebagian besar produk-produk kabupaten ini, sudah jadi legenda. Ukiran Jepara, gerabah Bojonegoro, teh merah Kayong Utara, hingga minuman khas Papua.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata Apkasi dalam rangka turut serta menyukseskan program pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” demikian komitmen panitia penyelenggara Apkasi.

Apkasi Otonomi Expo 2019 ini, dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto yang mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berhalangan hadir.

“Saya bisa merasakan udara yang cerah dan muka-muka yang berseri-seri. Mengapa demikian, karena udara kerukunan dan perdamaian telah kembali mengalir dalam bumi tercinta Indonesia,” kata Wiranto di awal pidatonya.

Ya, Apkasi Otonomi Expo 2019 ini memang seperti oase. Menyegarkan setelah berbulan-bulan, ruang publik dipenuhi berbagai narasi, propaganda, bahkan provokasi dalam ruang-ruang kontestasi politik.

“Kita telah menyelesaikan tahapan demokrasi, yaitu pemilu yang katanya terbesar di dunia. Karena, melibatkan sekitar 190 juta pemilih dalam sehari dan paling rumit karena harus menentukan lima pilihan sekaligus. Walaupun ada gejolak di sana-sini, Alhamdulillah kita semua bisa melaluinya dengan baik,” kata Wiranto yang langsung mendapat tepukan meriah.

Wiranto menyampaikan terima kepada para bupati yang mampu meredam gejolak-gejolak di daerah, yang secara nasional dapat dikatakan kondisi saat ini aman dan kondusif untuk melanjutkan pembangunan ekonomi nasional.

Sejatinya, kata Wiranto, Presiden Jokowi akan hadir di acara Apkasi Otomoni Expo ini. Namun karena agenda beliau yang padat, akhirnya memerintahkan kepada dirinya mewakili, memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi acara akbar ini.

“Beliau menyampaikan permohonan maaf dan melalui saya ingin menyampaikan pesan-pesannya. Presiden Jokowi mengatakan latar belakang otonomi daerah itu minimal ada dua. Ini dari Presiden langsung ya, bukan dari saya,” kata Wiranto pada hadirin.

Pertama, kebijakan akan pelayanan dan pembangunan dapat sesuai dengan kondisi sesuai kekhususan masing-masing daerah. Kedua, agar masing-masing daerah saling berlomba dalam kebaikan.

Artinya otonomi daerah itu mendorong inovasi, harus terjadi kompetisi inovasi, persaingan yang sehat dan pada saat yang sama harus memperkuat kerjasama antar daerah.

Pameran yang diselenggarakan oleh Apkasi ini sangat bagus dan tepat sekali. Mengapa demikian?

Pertama, sebagai ajang inovasi masing-masing daerah ditunjukkan kepada publik dan kepada dunia, yang kedua sebagai ajang untuk mengambil inspirasi dari keberhasilan di daerah lain sekaligus sebagai ajang untuk berkolaborasi.

Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan mengatakan bawah dunia telah berubah sangat cepat yang didorong oleh perkembangan teknologi yang sangat maju. Revolusi industri telah membawa perubahan besar, hampir di semua sisi kehidupan, termasuk dalam berpemerintahan.

Teknologi robotik, artificial inteligence dan kekuatan komutasi sangat mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Oleh karenanya, Presiden Jokowi berharap inovasi-inovasi yang dipamerkan kali ini harus terus mengikuti perkembangan zaman dan ilmu teknologi.

Presiden sangat senang pernah melihat pemanfaatan teknologi digital untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat, dan terus mendorong terciptanya transparansi penyelenggaraan pemerintahan.

Presiden berharap agar pemanfaatan teknologi ini juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan di banyak sektor bisa mensejahterakanan rakyat banyak.

Presiden mencontohkan di daerah pesisir ada teknologi tepat guna berupa e-fishery yang sesuai dengan kondisi lokal di daerah.

Kabupaten-kabupaten yang memiliki keindahan alam dapat mengembangkan eco-tourism, dan daerah yang kuat agrarisnya dapat mengembangkan industri agri-culture.

Perkembangan ilmu pengetahuan itu, menurut Presiden Jokowi dapat berjalan dengan cepat dan persaingan global semakin ketat, tentu pameran bisa dilakukan dengan cara yang berbeda dan produk-produk yang beragam, tidak harus selalu makanan, dan perlu diingat bahwa pameran tidak harus diekspos setahun sekali, bahkan sekarang setiap hari bisa berpromosi di dunia maya, dimasukkan ke dalam website dan bisa dijual di jejaring media sosial lainnya.

“Tolong terus berinovasi lah. Saling menginspirasi, saling berkolaborasi dan ini semua tentu akan meningkatkan berbagai perkembangan-perkembangan produk di daerah yang dapat menjanjikan, baik di level nasional maupun internasional,” demikian pesan Presiden Jokowi, yang disampaikan oleh Menko Polhukam, Wiranto.

Nahkoda Baru

Ada yang juga istimewa di sela acara Apkasi Otonomi Expo 2019 ini. Di sela kegiatan pameran, Rabu (03/07/2019), Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi terpilih sebagai Ketua Umum Apkasi yang baru.

Pergantian Ketua Umum Apkasi ini, adalah bagian dalam menjalankan amanat AD/ART dan menjamin keberlangsungan organisasi. Karenanya, di sela-sela kegiatan Apkasi Otonomi Expo 2019, di Balai Sidang Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Apkasi menyelenggarakan Rapat Dewan Pengurus dengan agenda utama melakukan pergantian antar waktu untuk jabatan Ketua Umum.

Serah Terima Pataka Apkasi dan Buku Laporan Kegiatan 2016-2019 antara Abdullah Azwar Anas (kiri) dan Mardani H. Maming (kanan) sebagai simbolis pergantian tampuk pimpinan Ketua Umum Apkasi, disaksikan para Pengurus Apkasi dalam kegiatan Rapat Dewan Pengurus Apkasi, Jakarta, Rabu (3/7/2019). Foto: Humas Apkasi.

Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi terpilih sebagai Ketua Umum Apkasi hingga 2020 menggantikan Mardani H. Maming yang mundur dari jabatan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Selanjutnya Azwar Anas akan bertugas menyiapkan Musyawarah Nasional Apkasi yang direncanakan digelar pada 2020, dengan salah satu agenda pentingnya adalah untuk memilih pengurus baru untuk periode 5 tahun berikutnya.

Bismillahirrahmanirrahim, saya siap mengemban amanah sebagai Ketua Umum Apkasi yang baru. Saya mewakili rekan-rekan pengurus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Mardani H. Maming atas kontribusinya selama ini, membawa Apkasi menjadi organisasi yang besar hingga seperti sekarang ini,” kata Azwar Anas usai melakukan seremoni serah terima jabatan.

Azwar Anas bertekad melanjutkan terobosan-terobosan yang telah diinisiasi oleh kepengurusan Mardani.

“Saya ingin menghadirkan terobosan digital, membangun sistem yang lebih cepat dan efisien agar Apkasi semakin lincah, bisa menyerap aspirasi daerah dan responsif berkoordinasi dengan kepentingan pemerintah pusat agar jalannya pembangunan di daerah sinkron dengan rencana pembangunan nasional,” ujar Azwar Anas lagi.

Mardani H. Maming sendiri dalam sambutan perpisahannya mengatakan dirinya merasa terhormat telah dipercaya menahkodai Apkasi. “Tak terasa saya telah menjadi Ketua Umum selama 4 tahun dengan segala dinamikanya. Saya mohon maaf jika selama ini ada tutur kata yang salah dan tindak tanduk yang menyakiti. Saya merasa memiliki pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, yakni memperjuangkan kesejahteraan rekan-rekan Bupati yang selama 10 tahun terakhir tidak ada kenaikan. Saya berharap Ketua Umum yang baru bisa meneruskan aspirasi ini,” katanya.

Mardani sendiri tidak lantas pergi begitu saja dari Apkasi, karena ia kini didapuk menjadi Ketua Dewan Pembina Apkasi dan ia pun menyanggupinya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.