Mardani H Maming, Masa Depan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia

Mardani H Maming, Masa Depan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia

Namanya muncul di masa pra-kompetisi calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Indonesia Muda Indonesia (HIPMI). Dua kali sukses menjabat sebagai Bupati di tanah kelahirannya: Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Harapan baru bagi pengusaha muda Indonesia.

Dalam polling yang dilakukan sebuah situs online, yang dilansir pada 4 Juni 2019, nama Mardani H Maming melejit. Dukungannya mencapai 60,56%, sebagai calon Ketua Umum HIPMI.

Saat ini, Mardani H Maming masih menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi. Nama Maming melesat dalam perhitungan polling siapa yang akan memimpin Hipmi 3 tahun ke depan.

Melalui situs online, para Hipmiers diajak menentukan Caketum andalan yang akan dipilih dalam Munas Hipmi XVI, yang rencananya akan digelar 31 Juli 2019 mendatang. Salah satu agenda pentingnya adalah pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) periode 2019-2022.

Hasil polling tersebut menunjukkan bahwa Mardani unggul jauh dengan meraih 60,56% dari suara yang sudah masuk ke sistem.

Berdasarkan proses seleksi administrasi, saat ini ada 4 kandidat Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI yang dinyatakan lolos. Masing-masing adalah Ajib Hamdani (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi), Bagas Adhadirgha (Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP HIPMI), Akbar Buchari (Mantan Ketum BPD HIPMISumut) dan Mardani H. Maming (Ketua Umum Apkasi dan mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan).

 

Anak Kepala Desa

Mardani H. Maming, ditetapkan sebagai calon nomor urut 4. Saat menyampaikan pidatonya menyatakan bahwa HIPMI baginya sangat bermakna.

Mardani bercerita, bahwa dulu dia memulai usaha dalam skala kecil. Saat itu dia sangat terus termotivasi untuk menjadi pengusaha besar.

Dia belajar dari ayahnya, yang seorang kepala desa di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Almarhum ayahnya adalah pengusaha lokal yang sederhana dan dermawan. Mardani kecil sudah mulai terlibat dalam pengelolaan bisnis keluarganya.

Pada 2010, kehidupan Mardani berubah drastis dari pengusaha menjadi birokrat setelah terjuan ke dunia politik. Saat itu, dia berhasil membalikkan anggapan remeh sebagai anak kemarin sore dengan terpilih sebagai Bupati Tanah Bumbu.

Sejarah waktu itu mencatat, Mardani H Maming memegang rekor sebagai bupati termuda oleh Muri.

Selama menjabat Bupati hingga terpilih untuk kedua kalinya, Mardani konsisten dengan amanah yang diembannya sebagai kepala daerah. Sukses membangun Kabupaten Tanah Bumbu, dia mendapat kepercayaan menjadi nahkoda baru sebagai Ketua Umum Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia).

Bersama Apkasi, nama Mardani makin berkibar di kancah nasional, dan dengan terobosan-terobosan yang dilakukannya. Apkasi makin dipandang penting oleh pemerintah pusat.

Begitu juga dalam konteks dunia usaha. Selama menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu, Mardani tahu betul apa yang dihadapi oleh pengusaha-pengusaha kecil.

“Tentu pengusaha kecil ada keinginan untuk maju dan lebih besar, namun jika dukungan tidak pernah ada, maka itu hanya menjadi angan-angan semata. Saya paham itu sehingga saat menjadi bupati saya menganggarkan sekitar 10-20 miliar yang itu disalurkan di sektor pendidikan infrastruktur dan kesehatan dengan dipecah plafonnya masing-masing sekitar 200 juta per proyek. Dari sinilah saya bisa memberikan kesempatan kepada pengusaha muda melalui mekanisme penunjukan langsung yang sesuai dengan prosedur. Kalau tidak dengan cara ini, pekerjaan-pekerjaan dengan nilai di atas 200 juta, selamanya akan ‘dimakan’ oleh pengusaha-pengusaha kakap. Mana mungkin pengusaha Hipmi yang masih muda, baru memulai usahanya dan baru memulai usahanya langsung bisa bersaing dengan yang besar-besar,” kata Ketua Umum Apkasi ini di sela-sela buka puasa bersama dengan pengurus Apkasi, di Jakarta, Senin (27/6/2019)

“Bersinergi Membangun Ekonomi Daerah” yang menjadi slogan kampanye Mardani H Maming untuk maju sebagai Caketum BPP Hipmi. Dan, jika terpilih Mardani bertekad akan mendorong terbitnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang akan melindungi pengusaha-pengusaha kecil.

Salah satunya nanti, untuk pengerjaan proyek di bawah 200 juta, bisa diserahkan ke pengusaha-pengusaha Hipmi melalui penunjukan langsung. “Mekanismenya nanti bisa disusun bersama antara kepala daerah dengan Hipmi agar sesuai dengan standard kelayakan, karena kalau tidak diatur percuma juga. Yang ada nanti malah jatuhnya ke perusahaan yang asal-asalan. Dengan cara ini, ke depan diharapkan akan banyak pengusaha-pengusaha daerah yang bisa naik kelas menjadi pengusaha tangguh di tingkat nasional,” tukasnya.

Tekad Mardani mengangkat para pengusaha muda daerah tersebut, ternyata sejalan dengan program kerja pemerintahan Jokowi di periode kedua nanti.

Hal ini terungkap saat Presiden Jokowi memaparkan bahwa program pemerintahannya ke depan fokus pada pembangunan SDM setelah periode sebelumnya sukses dengan pembangunan infrastuktur.

“Saya berharap HIPMI ke depan juga bisa ikut menyiapkan SDM tangguh sehingga pengusaha muda di daerah dapat diandalkan dan bersinergi dengan kementerian terkait, dengan pemerintahan kabupaten/kota untuk membangun perekonomian di daerah masing-masing,” harap Jokowi disambut tepuk tangan meriah dari peserta silaturahmi nasional dan buka puasa bersama yang digelar Hipmi di Jakarta akhir pekan silam.

Mardani H Maming, juga tercatat sebagai CEO PT Batulicin 69 dan PT Maming 69 — dua perusahaan holding yang membawahi 35 anak perusahaan mulai dari pertambangan mineral, terminal dan pelabuhan khusus batubara, pengelolaan jalan hauling, underpass, transportasi pertambangan, penyewaan alat berat, penyediaan armada kapal, property hingga perkebunan .

“InsyaAllah saya siap maju untuk membawa Hipmi lebih berkiprah lagi, khususnya mengangkat wajah-wajah baru, pengusaha daerah yang akan diorbitkan bisa naik kelas ke tingkat nasional,” ujar Mardani di Jakarta, Selasa (4/6/2019).(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.