Ketika HIPMI Berusaha Menghadirkan Dua Kadernya Bertemu: Joko Widodo dan Sandiaga Uno

Home featured Ketika HIPMI Berusaha Menghadirkan Dua Kadernya Bertemu: Joko Widodo dan Sandiaga Uno
Ketika HIPMI Berusaha Menghadirkan Dua Kadernya Bertemu: Joko Widodo dan Sandiaga Uno

Tadinya, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) akan menghadirkan dua kader terbaiknya: anggota Hipmi Kota Solo, Joko Widodo dan mantan Ketua Umum HIPMI periode 2005-2008, Sandiaga Uno.

Namun, Sandiaga Uno batal hadir karena ada kegiatan lain yang sudah terjadwal.

Rencana ini sendiri, akan digelar dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan buka puasa bersama anak yatim, Minggu, 26 Mei 2019, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Presiden RI, Joko Widodo ikut menghadiri acara tersebut.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi, Bahlil Lahadalia, berharap datangnya bulan suci Ramadhan 1440 H, mendatangkan keberkahan.

Karenanya, semangat Ramadhan inilah yang kemudian menjadi motivasi bagi HIPMI untuk menggelar Silatnas.

Bahlil berharap, semangat Ramadhan bisa menular ke seluruh elemen masyarakat p, untuk bersama-sama menghadirkan suasana damai pasca pemilihan presiden/wakil presiden dan legisatif secara serentak yang membuat rakyat terpolarisasi.

Bahlil menjelaskan, rencana dihadirkannya dua kader terbaik Hipmi, yakni Joko Widodo, anggota Hipmi Kota Solo dan Sandiaga Uno, Ketua Umum HIPMI periode 2005-2008, akan menjadi simbol dua kubu yang bertarung dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.

Dia berharap acara ini bisa dimanfaatkan untuk ajang rekonsiliasi nasional. “Kami berharap proses rekonsiliasi pasca pilpres berjalan lancar, sebab para pemimpin mampu menjalin kembali kedamaian dan tali silaturahim,” katanya.

Meskipun penetapan hasil rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum dengan kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin atas Prabowo Subianto-Sandiaga, yang sekarang memasuki babak baru, yakni sidang sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi, Bahlil menganggap pilpres 2019 sudah usai.

Karenanya, Bahlil berharap agar agenda politik pilpres 2019 segera bergeser menjadi agenda ekonomi.

Dalam konteks HIPMI sendiri, Bahlil juga mengajak semua pengurus maupun anggota bisa segera move on, dan fokus kembali untuk bekerja dan berkarya.

Apalagi, sebutnya, HIPMI mempunyai kegiatan penting menyambut Munas XVI dengan agenda utama memilih Ketua Umum yang baru periode 2019-2022.

Sebagai kandidat, tercatat 4 nama yang mencuat ke permukaan, yakni masing-masing Ajib Hamdani (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi), Bagas Adhadirgha (Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP Hipmi), Akbar Buchari (Mantan Ketum BPD Hipmi Sumut) dan Mardani H. Maming (Ketua Umum Apkasi dan mantan Bupati Tanah Bumbu).

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Silatnas Hipmi, Mardani H. Maming, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Ketua BPD Hipmi dan anggota di tanah air.

Diperkirakan peserta Silatnas ditambah tamu undangan yang hadir sebanyak 650 orang. Selain itu, kami juga mengundang anak yatim sebanyak 350 orang. “Melalui berkah Ramadhan, kami juga ingin berbagi dengan memberikan santunan kepada anak yatim,” ujar Mardani.

Dalam Silatnas ini, kata Mardani H. Maming, juga dilakukan prosesi penentuan nomer urut calon Ketua Umum BPP Hipmi yang telah mendaftar dan dipastikan maju bertarung pada pemilihan Ketum Hipmi di Munas ke XVI Hipmi pada 31 Juli 2019 mendatang.

Setelahnya, para Caketum ini akan menjalani masa kampanye melalui road show ke daerah, kemudian akan dilakukan debat antar calon pada 27 Juli 2019 dan puncaknya akan dilakukan pemilihan ketua umum Hipmi pada 31 Juli 2019.

Presiden Joko Widodo yang hadir di acara tersebut, didaulat untuk memberikan arahan kepada para hadirin. Begitu menyampaikan pidato, Presiden sempat berseloroh ringan.

“Kalau dilihat-lihat, sosok ketua Hipmi yang sekarang ini, adinda Bahlil kok cocok ya kalau jadi menteri,” begitu Jokowi membuka sambutannya yang langsung mendapat tepuh tangan meriah dari seluruh peserta Silatnas dan bukber bersama.

Lebih jauh, Jokowi berharap pemerintah dan HIPMI ke depan bisa melakukan kerjasama kongkrit untuk mendorong dan mengakselerasi program-program pemerintah, utamanya dalam menciptakan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Dengan sinergi pemerintah-HIPMI, Jokowi berharap akan terbentuk SDM-SDM yang berkualitas dan mampu bersaing dengan negara-negara lain, bahkan tak hanya itu pemerintah siap menggelontorkan beasiswa dalam jumlah besar untuk membiayai pendidikan putra-putri terbaik bangsa, baik di dalam maupun di luar negeri. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.