Ramadhan Bagi Pemkot Depok: Warga Aman, Nyaman dan Khusyu’ Beribadah

Ramadhan Bagi Pemkot Depok: Warga Aman, Nyaman dan Khusyu’ Beribadah

Dari sekitar dua juta jiwa lebih penduduk Kota Depok, hampir satu juta delapan ratus ribu jiwa yang tercatat beragama Islam. Tersebar di sebelas kecamatan: Pancoran Mas, Cimanggis, Sawangan, Limo, Sukmajaya, Beji, Cipayung, Cilodong, Cinere, Tapos dan Bojongsari.

Pada sensus tahun 2010, setidaknya ada 260 etnik yang juga tinggal di Depok. Dari semua etnik itu, ada lima etnik yang signifikan: Betawi sebanyak 36.70%, Jawa 33.07%, Sunda 16.50%, Batak 2.91%, dan Minangkabau 2.66%

Inilah yang menjadikan pemerintahan Kota Depok, harus memiliki kebijakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Selain untuk menjaga kenyamanan dan ketentraman, lebih dari itu adalah mendorong kehidupan warga yang lebih sejahtera.

Karena itulah, sepanjang bulan Ramadhan 1440, pemerintahan Kota Depok, berkomitmen untuk memaksimalkan pelayanan untuk kepentingan publik. Tujuan utamanya agar masyarakat muslim di Depok bisa melaksanakan ibadah dengan khusyu’ dan nyaman.

Dalam kaitan dengan kebijakan ini, Walikota Depok KH Mohammad Idris bersama Wakilnya H Pradi Supriatna secara terus-menerus melakukan berbagai langkah untuk memastikan bahwa kebutuhan masyarakat di Depok, terpenuhi dan tidak berpotensi menimbulkan gejolak.

Di samping itu, kehidupan masyarakat Kota Depok juga tetap bisa terjaga sepanjang masyarakat yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, bisa melaksanakan kewajibannya dengan khusyu’ dan nyaman.

Melalui pernyataan yang dirilis Pemerintah Kota Depok kepada media, Sabtu (11/05/2019), Walikota Depok KH Mohammad Idris bersama Wakilnya H Pradi Supriatna akan terus memastikan langkah-langkah konkret untuk menjaga situasi tersebut.

Langkah nyata yang dilakukan oleh Walikota Depok dan Wakilnya, sejak awal masyarakat mulai melaksanakan ibadah puasa, adalah dengan mengintensifkan pemantauan pergerakan harga bahan kebutuhan pokok. Terutama untuk kebutuhan beras, bawang merah, cabe, telur ayam, daging ayam, daging sapi, dan minyak goreng.

Selain itu, Walikota Depok KH Mohammad Idris bersama Wakilnya H Pradi Supriatna memastikan ketersediaan stok dan pasokan bahan kebutuhan pokok yang ada di gudang, pasar tradisional maupun pasar ritel modern.

Agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat sepanjang pelaksanaan ibadah Ramadhan,
Walikota Depok KH Mohammad Idris bersama Wakilnya H Pradi Supriatna terus memantau para pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan. Secara khusus juga dilakukan pemantauan agar tidak ada pedagang yang melakukan penimbunan barang, khususnya barang kebutuhan pokok.

Selain langkah nyata terkait pelayanan terkait kebutuhan pokok masyarakat Kota Depok sepanjang bulan Ramadhan, Walikota Depok KH Mohammad Idris bersama Wakilnya H Pradi Supriatna juga melakukan langkah untuk terus melakukan edukasi terhadap masyarakat.

Walikota Depok dan Wakilnya, secara simultan juga mengajak stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sederhana, tidak berperilaku konsumtif dan tidak berbelanja secara berlebihan.

Untuk menunjang seluruh rangkaian kegiatan di atas, Pemerintah Kota Depok juga memaksimalkan pelaksanaan diseminasi informasi kepada masyarakat, baik melalui spanduk/banner, running text dan atau melibatkan forum ulama.

Tujuan dari kegiatan ini, yang paling penting adalah untuk mengendalikan ekspektasi masyarakat dengan memberikan persepsi positif mengenai kondisi pasokan dan kelancaran distribusi.

Selain itu, juga mendorong kesadaran masyarakat agar melakukan konsumsi secara wajar dan bijak dalam berbelanja.

Langkah konkret yang juga dilakukan adalah di sektor jasa pelayanan transportasi. Walikota Depok KH Mohammad Idris bersama Wakilnya H Pradi Supriatna telah mengkoordinasikan pemantauan penetapan dan kepatuhan pelaku usaha jasa transportasi, terutama terkait kebijakan pengaturan tarif angkutan dalam rangka Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Tahun 2019.(*)

Kontributor Naskah: Heru

Leave a Reply

Your email address will not be published.