Kemeriahan Dari Pemerintahan Kota, Untuk Menyambut Depok Nan Belia

Kemeriahan Dari Pemerintahan Kota, Untuk Menyambut Depok Nan Belia

Ketika penduduk ibukota terus bertumbuh, sebuah kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor, tiba-tiba menjadi tempat yang sangat diminati. Posisinya di selatan Jakarta, berada di jalur menuju Kota Bogor.

Berduyun orang-orang di Jakarta membeli tanah di sana. Membangun rumah, mendirikan usaha. Depok menjadi kecamatan yang padat.

Hingga tahun 1982, Depok dinaikkan statusnya. Tidak lagi kecamatan, tapi Kota Administratif dengan jumlah penduduk yang terus meningkat.

Kepadatan makin terasa. Muncul istilah “Orang Jakarta yang Tinggal di Depok.” Hingga kemudian tanggal 20 April 1999, Depok ditetapkan menjadi Kotamadya dan terpisah dari Kabupaten Bogor. Kini, Kota Depok terdiri dari 11 kecamatan dan 63 kelurahan.

Depok menjadi kota penyangga Jakarta. Tahun 1982, penduduknya 240.000 jiwa. Tahun 1999 menjadi 1,2 juta jiwa. Tahun 2018 lalu, jumlah penduduknya sudah menjadi 1.838.671 jiwa.

27 April 2019 nanti, Kota Depok tepat berusia 20 tahun. Usia nan belia. Dan, ini akan menjadi Hari Jadi yang istimewa. Karenanya, Pemerintahan Kota Depok akan mempersiapkan acara khusus.

Akan ada banyak kemeriahan diselenggarakan untuk warganya. Beragam kegiatan dipersiapkan: festival budaya, pameran, perlombaan, hingga acara sosial seperti donor darah.

Kemeriahan Hari Jadi ke-20 Kota Depok akan digelar di berbagai tempat. Lokasinya akan berbeda-beda. Warga Depok, akan dapat ikut memeriahkan usia Kota Depok yang mulai menginjak remaja.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-20 kota Depok, Dadang Wihana mengatakan bahwa rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi kota Depok akan dimulai pada tanggal 20 hingga 28 April.

Beberapa kegiatan, sudah dipersiapkan secara berangkaian sejak tanggal 20 April. Dimulai dengan lomba band antar pelajar SMA/SMK se-kota Depok. Kemudian, lomba senam dengan musik tradisional di lapangan balai kota.

“Juga akan ada kegiatan gowes sejauh 20 kilometer dengan lokasi dari Situ (danau) ke Situ yang ada di kota Depok. Ini akan melibatkan berbagai komunitas,” kata Dadang.

Pada tanggal 20 April itu pula, akan diadakan senam bocah yang melibatkan 20 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan SD. Kemudian ada kegiatan donor darah dengan melibatkan sebanyak 220 pendonor. Kegiatan tersebut akan diadakan di lapangan balaikota Depok.

“Di tanggal tersebut juga ada kegiatan kongkow milenial di Hotel Bumi Wiyata. Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat generasi milenial untuk berkarya,” ujar Dadang.

Kemudian, tanggal 24-26 April akan diadakan lomba hias gapura antar kelurahan. Acara ini akan spesial, karena syarat dari hiasan itu harus daun kelapa dan ornamen-ornamen khas Depok di setiap RT dan RW.

Berikutnya, tanggal 25-27 akan diadakan berbagai pameran yaitu pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), pameran perikanan, dan pameran pendidikan di Balaikota Depok. Jumlah stan yang disediakan sekitar 200 unit.

“Tanggal 26 April juga diadakan kegiatan tapak tilas dengan melibatkan 20 orang yang akan melibatkan 11 kecamatan di kota Depok. Kegiatan ini akan dilakukan dengan membawa pataka Merah Putih dan pataka kota Depok,” ujarnya.

Dadang juga mengungkapkan, puncak peringatan hari jadi kota Depok akan dilangsungkan pada tanggal 27 April. Kegiatan akan diawali dengan upacara bendera. Kemudian dilanjutkan dengan festival budaya dan mobil hias. Kegiatan tersebut terpusat di lapangan Balaikota Depok.

Walikota dan Wakil Walikota Depok

“Pada puncak acara hari jadi ini, Walikota Depok, Wakil Walikota Depok, dan Kepala PD Pasar akan mengunjungi bayi-bayi yang lahir di tanggal tersebut. Bayi di RSUD, rumah sakit swasta, hingga poned,” ujarnya.

Pada tanggal 28 April, kata Dadang, akan diadakan lomba lari yang melibatkan 2020 pelajar SD dan SMP di kota Depok. Rute yang akan ditempuh dimulai dari Balaikota sampai Simpang Juanda.

“Kemudian ada Depok Fashion Festival (DeFF) di Mal Pesona Square dan great sale 20 persen di pusat-pusat perbelanjaan. Serta Festival Cinangka di kelurahan Cinangka,” katanya.

 

Depok Fashion Festival

Khusus untuk kegiatan DeFF, Ketua Dekranasda kota Depok, Elly Farida mengatakan bahwa pelaksanaan festival tersebut direncanakan mulai tanggal 15-28 April di Mal Pesona Square, Jalan Juanda, Depok.

“Kegiatan ini akan berkolaborasi dengan beberapa dinas terkait yaitu Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM),” tuturnya.

Bunda Elly, begitu akrab disapa, menjelaskan, bahwa dalam festival tersebut akan menampilkan berbagai produk kerajinan dari pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) kota Depok. Mulai dari batik, lukisan, dan hasil kerajinan lainnya.

“Melalui festival ini kita ingin mengangkat berbagai potensi yang dimiliki kota Depok, sehingga, bisa dikenal oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bunda Elly mengatakan, pada puncak acara Depok Craft Festival, yaitu tanggal 28 April akan diadakan peragaan busana muslim dengan motif batik Depok. Peragaan busana ini akan menampilkan hasil karya dari desainer kota Depok.

“Busana yang diperagakan nanti adalah hasil desain dari para pemenang lomba desain fashion busana muslim dengan motif batik Depok. Untuk pendaftaran lombanya, sudah kita buka sejak tanggal 18-29 maret 2019,” tandasnya.(*)

Kontributor Depok: Heru

Leave a Reply

Your email address will not be published.