Energi Muda Kubu Raya di Tangan Muda Mahendrawan Menuju Smart City

Energi Muda Kubu Raya di Tangan Muda Mahendrawan Menuju Smart City

Muda Mahendrawan, masih belum lima puluhan tahun usianya. Tujuh hari lalu, dia baru saja dilantik sebagai Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ini, adalah kepemimpinannya yang kedua.

Tahun 2008, Muda Mahendrawan, anak kelima dati lima bersaudara kelahiran Pontianak, 17 Agustus 1970 ini, terpilih sebagai Bupati Kubu Raya dari jalur independen.

Gebrakannya, mengejutkan. Bersama wakilnya saat itu, Andreas Muhrotein, Muda Hendrawan memimpin Kubu Raya, yang merupakan wilayah pemekaran.

Dia menolak jatah kendaraan operasional jenis Camry. Dananya dialihkan untuk menunjang kerja pelayanan kepada masyarakat yang dilakukan oleh guru, kepala desa, bidan desa, serta penyuluh desa.

Begitulah, lima tahun perjalanan pemerintahan, Kubu Raya menjadi penopang penting ibukota Kalimantan Barat, Pontianak. Ada bandara, ada perumahan-perumahan baru, hingga pusat perbelanjaan dan bisnis yang modern.

Kubu Raya menjadi semacam Kota Satelit bagi Pontianak. Meskipun, sebagian besar wilayahnya juga masih menjadi lahan produktif untuk pertanian dan perkebunan.

Jumat (22/02/2019), Muda Mahendrawan melakukan perjalanan strategis. Didampingi Sekretaris Daerah, Yusran Anizam, Bupati Muda Mahendrawan berkunjung ke Kota Bandung.

Ya, Kota Bandung. Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan sengaja datang untuk menyaksikan secara langsung penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kubu Raya.

Ini perjanjian strategis. Karena, perjanjian ini akan menjadikan Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu kota penting di Kalimantan Barat. Yaitu, perjanjian kerjasama pengembangan Smart City dan e-Government.

“Ini kunjungan tindaklanjut. Sebelumnya, sudah ada kesepakatan bersama yang dilaksanakan pada 14 Desember akhir tahun lalu, yang kini dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama antara Diskominfo Bandung dengan Diskominfo Kubu Raya,” kata Muda Mahendrawan seusai kegiatan.

Muda Mahendrawan, tak berubah. Dia akan tetap melakukan berbagai terobosan dan komitmen untuk mempercepat terbentuknya pemerintahan Kubu Raya yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel.

Penandatanganan kerjailaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Bandung. Turut menyaksikan, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana.

Muda Mahendrawan mengatakan bahwa Smart City dan e-Goverment, bisa terlaksana melalui penerapan berbagai aplikasi kota cerdas.

Muda mengaku hendak mengejar waktu sebelum pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan, yang akan dilaksanakan tak lama lagi di Kubu Raya.

“Tidak lama lagi kita sudah musrenbang kecamatan. Sehingga kita ingin berupaya segera untuk memulai langsung upaya sistem e-Government ini,” katanya.

Menurut Muda, pihaknya ingin hasil dari kerja sama yang dilakukan segera terealisasi dan diaplikasikan. Sebab, selain menjadi tuntutan kemajuan zaman, konsep smart city dan e-government sejatinya telah dia rancang semasa dirinya menjabat bupati pertama Kabupaten Kubu Raya pada 2009-2014 silam.

“Sejak dulu sudah pernah dibangun desainnya. Karena stagnan, sekarang kita hidupkan kembali,” ucapnya.

Muda mengakui, bahwa Kota Bandung menjadi rujukan karena kota yang pernah dipimpin Ridwan Kamil ini, intens dan fokus dalam pengembangan banyak aplikasi terkait smart city dan e-government.

Pemerintah Kota Bandung bahkan direferensikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait implementasi aplikasi pencegahan korupsi dan transparansi pelayanan publik.

“Maka kami tentu banyak belajar, sekaligus mendapatkan transfer ilmu dan pengalaman dari Pemkot Bandung. Tentulah bagi kami itu menjadi sebuah harapan,” sebutnya.

Muda berharap ke depan kerja sama Pemkab Kubu Raya dengan Pemkot Bandung dapat berkembang hingga aplikasi-aplikasi lainnya. Termasuk, pembangunan dan operasionalisasi command centre atau pusat kendali.

Kelak, command centre ini akan menjadi pusat visualisasi dan integrasi data, baik melalui online, offline, internal, maupun eksternal yang disajikan secara bersamaan di sebuah layar lebar video wall.

“Harapannya, tentu kerja sama ini selain untuk mengambil aplikasi juga bisa dikembangkan untuk aplikasi lainnya sampai mungkin pengadaan command centre. Kita perlu pendampingan dan komunikasi terus. Karena memang sistem berbasis teknologi informasi kini sudah menjadi tuntutan,” tutur Muda.

Muda menegaskan bahwa dirinya ingin memulai pemerintahan dengan mengejar penerapan smart city dan e-government.

Ia menyatakan hal tersebut adalah pondasi untuk tata kelola pemerintahan ke depan yang harus segera dikembangkan. Tujuannya agar pelayanan yang diinginkan paralel dan dirasakan konkret manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita berharap ini bisa diterapkan karena harapan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin waktu semakin cepat,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan bahwa pengembangan smart city dan dan e-government Bandung telah direferensikan oleh KPK, di mana untuk aplikasi yang telah digunakan Kota Bandung dapat dikembangkan oleh daerah lain.

Tujuannya, sebagai upaya pencegahan korupsi dan transparansi pelayanan publik. Selain itu, tambah Yana, Kota Bandung juga memiliki Bandung Command Center yang berteknologi canggih.

“Fasilitas ini mulai beroperasi sejak tahun 2015 dan menjadi salah satu inovasi Pemerintah Kota Bandung dalam hal pelayanan publik. Selain itu, Bandung Command Center juga merupakan salah satu kunci penting dalam upaya Pemerintah Kota Bandung mewujudkan Bandung Smart City,” jelas Yana.

Di Bandung Command Centre pula, lanjut Yana, kepala daerah bisa mengambil banyak keputusan strategis karena semua data terintegrasi. Selain itu juga bisa dilakukan telekonferensi dengan semua Organisasi Perangkat Daerah dan aparat kewilayahan.

Yana berharap kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bermanfaat bagi kedua daerah. Penandatanganan kerja sama, menurut dia, penting mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dengan berbasis teknologi informasi.

“Ini tentunya bisa meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Dan mudah-mudahan itu bisa berjalan dengan baik di Bandung dan Kubu Raya,” pungkasnya. (*)

Reportase: Beny Kawistoro

Leave a Reply

Your email address will not be published.