Perjalanan Gunadi: Seorang Diri ke Puncak Jalan Tertinggi (2)

Perjalanan Gunadi: Seorang Diri ke Puncak Jalan Tertinggi (2)

Setelah menempuh perjalanan sejauh 1.100 kilometer dari Bihar, motor Indonesia pun tiba di New Delhi. Sempat mampir di Lucknow, Kanpur, dan Agra, kota dimana berdiri bangunan yang menjadi salah satu keajaiban dunia: Taj Mahal.

Jarak dari Taj Mahal menuju New Delhi, masih 200 kilometer.

Setelah hampir satu bulan perjalanan, Gunadi akhirnya tiba di Kedubes RI India di New Delhi. Sangat melegakan. Karena bisa bertemu dan berbicara dengan warga negara Indonesia.

Gunadi diterima oleh Ibu Adis, Pensosbud KBRI India, dan Duta Besar Indonesia untuk India – Sidharto R. Suryodipuro. Di tempat itu pula, dipersiapkan rute perjalanan berikutnya: Candigarh – Manali – The Dangerous Road – Pangong Lake – Khardungla (Leh) – Srinagar – Ludhiana dan kembali ke KBRI New Delhi. Jarak tempuh menuju Himalaya masih 2.500 kilometer lagi.

Tanggal 25 September, perjalanan dilepas dari KBRI New Delhi, India oleh Duta Besar Indonesia untuk India di New Delhi, Sidharto Suryodipuro.

Tiga pesan kembali ditegaskan sebagai misi solo ride Jakarta to Himalaya: Kibarkan merah putih, aksi keselamatan jalan & persahabatan antar bangsa, serta sosialisasi keberhasilan pembangunan nasional di bawah Presiden Joko Widodo.

Lokasi pertama yang ditempuh adalah Kandrour, daerah pegunungan menuju Manali. Jarak Kandrour ke Leh menuju Khardungla – Himalaya tinggal 650 kilometer  lagi.

28 September, ada pengumuman yang membuat perjalanan terhenti: Keylong, Rohtang, Manali was disaster, road to Himalaya was closed.

Perjalanan terhenti. Dua hari Gunadi menunggu di Manali, kota kecil yang berada di kaki pegunungan Himalaya. Tapi, bencana alam di Rohtang & Keylong tak kunjung reda.

Sebelumnya, Manali juga diterjang banjir. Jembatan yang menghubungkan Kallu dan Manali lumpuh total. Gunadi masih dapat melewati wilayah itu karena kebaikan polisi di sana.

Suhu udara di Manali ada di kisaran 10-15 derajat celcius. Sudah masuk musim dingin dan musim hujan. Meskipun siang hari, tetap dingin luar biasa.

Satu-satunya jalan menuju Himalaya akhirnya ditutup untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Para turis dan bikers yang akan menuju Himalaya memilih balik kanan.

Pintu masuk ke Himalaya memang hanya ada dua: Manali dan Srinagar. Gunadi mengambil opsi kedua, putar arah melalui jalur lain:  Jammu- Srinagar. Dari tempat itu, perjalanan bisa dilanjutkan ke Khardungla/Leh, tempat tertinggi di Himalaya.

Untuk pilihan ini, dia harus menempuh perjalanan sejauh hampir 1.000 kilometer. Sementara, dari Manali, jalur menuju Himalaya tinggal 400 kilometer lagi.

Berkibarlah, Merah Putih

Srinagar adalah wilayah India yang berbatasan langsung dengan Pakistan. Di tempat ini, sering terjadi blokade militer. Tanggal 3 Oktober, Gunadi memasuki wilayah ini setelah menempuh perjalanan selama 10 jam melintasi rute yang bergunung-gunung, dan banyak hewan peliharaan yang melintas.

Perjalanan melalui Srinagar cukup aman dan nyaman. Melewati 5 tunnel atau terowongan gunung. Cuaca siang hari dingin, pada kisaran 10-15 derajat celcius. Jalur Srinagar dalam status open road.

Pegunungan Himalaya membentang dari Srinagar, Dras, Kargil, hingga Leh Ladakh. Yang membedakan pada masing-masing tempat adalah tingkat kedinginan suhu.

Tanggal 5 Oktober, setelah dua hari menempuh perjalanan dari kota Srinagar melewati Dras dan Kargil, motor Indonesia akhirnya tiba di Leh, nama untuk Himalaya.

Setelah menunggu 3 hari di Leh Ladakh, Gunadi akhirnya tiba di jalan tertinggi di dunia: Khardung-La Top. Gunadi, yang memulai perjalanan pada 26 Agustus 2018  dengan motor produksi Indonesia, telah melewati Malaysia, Thailand, Myanmar, dan India.

Misi terakhir dituntaskan. Dia kibarkan Merah Putih di tempat tertinggi di dunia. Meski, hanya seorang diri.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.