Masa-masa Krusial Dalam Demokrasi Kita

Masa-masa Krusial Dalam Demokrasi Kita

Dengan bacaan Bismillahi Arrahman Arrahim, website ini mulai diaktifkan untuk publik. Hari ini, Kamis pada penanggalan 4 Jumadil Awal 1440 Tahun Hijriah.

Dalam konteks ke-waktu-an politik, saat ini adalah masa dimana episode baru akan dalam sistem politik di Indonesia, akan dimulai. Episode pergantian kekuasaan eksekutif dan legislatif. Bangsa ini menyebutnya sebagai Pemilu.

Ya, sejak kemerdekaan (dan, dalam proses perjuangan menuju kemerdekaan di era Kebangkitan Nasional), hampir semua elemen pergerakan bersepakat, bahwa bangsa ini akan memilih sistem demokrasi. Sistem yang menempatkan posisi setiap orang, berada pada kesamaan hak dan kewajiban atas negara dan bangsanya.

Setiap orang, yang menjadi warga negara bangsa ini, memiliki hak untuk memilih dalam setiap episode pergantian kekuasaan. Meski, ada masa-masa tertentu, dimana setiap orang, tidak memilih siapa yang layak menjadi penguasa, dalam sistem kekuasaan, dengan satu dan beberapa alasan. Sejarah republik ini pernah mencatatnya.

Hari ini, di keriuhan berbagai instrumen ruang publik, terbaca begitu kuat bahwa ada dua arus besar yang sedang bergerak menjadi gelombang. Menuju kutub yang berlawanan. Yang, di titik temunya nanti, terlihat akan berhadapan sebagai arus yang berhadap-hadapan.

Bulan Agustus tahun lalu, bangsa ini menunjukkan betapa diantara sekian ratus juta penduduknya, hanya ada dua orang (yang pada akhirnya) dianggap layak sebagai calon presiden. Dua orang, yang pada lima tahun yang lalu, juga berhadap-hadapan sebagai kompetitor dalam kompetisi menjadi presiden.

Kadang, sulit dimengerti. Tapi, begitulah dinamika politik kekuasaan: sulit ditebak, sulit dikalkulasi!

Ada banyak faktor. Ada banyak perspektif. Ada banyak probabilitas. Ada banyak spekulasi. Dan, banyak lagi, dan lagi, dan lagi.

Namun, apa yang terlihat (dalam pandangan hari ini), bahwa kita sedang memasuki masa-masa yang penting. Masa-masa yang krusial. Dalam sistem yang sudah lama kita pilih: demokrasi.

*redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.